Empat Alasan Mengapa Harus Berinvestasi Sesuai Syariah

oleh : Kurniagung Nurcahyono
21 Agustus 2018


Saat ini, investasi menjadi salah satu kebutuhan bagi setiap orang. Investasi sangat berguna untuk perencanaan keuangan dalam jangka panjang seperti untuk biaya pendidikan, membeli rumah, membangun keluarga, hingga mempersiapkan dana pensiun. Sekarang terdapat banyak sekali insrumen investasi baik di sektor riil maupun sektor keuangan. Banyaknya instrumen investasi membuat kita harus memiliki filter dalam memilih instrumen investasi.

Salah satu filter dalam memilih instrumen investasi sebagai seorang muslim adalah kesesuaian instrumen tersebut dengan prinsip syariah. Beberapa prinsip syariah yang berlaku dalam investasi adalah tidak adanya riba, gharar atau ketidakpastian, dan maysir.atau perjudian. Berinvestasi secara syariah ternyata memiliki banyak manfaat seperti:

1. Berinvestasi secara syariah terbebas dari riba

Islam melarang adanya riba dalam setiap transaksi. Pelarangan riba ditegaskan dalam QS Al Baqarah : 275. Bahkan dalam sebuah hadist, riba dimasukkan sebagai salah satu dosa besar selain syirik, zina, dan dosa-dosa besar lainnya. Dalam dunia modern saat ini, begitu banyak instrumen investasi yang ditawarkan seperti properti, deposito bank, saham, dan obligasi. Akan tetapi, tidak semua instrumen tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah salah satunya adalah pelarangan riba. Banyak sekali instrumen investasi yang mengandung riba sebagai contoh deposito bank konvensionl dan obligasi. Dengan berinvestasi secara syariah, maka kita akan terbebas dari riba karena setiap instrumen investasi syariah dipantau langsung oleh Majelis Ulama Indonesia.

2. Mendatangkan keberkahan

Kita sering menyaksikan fenomena-fenomena orang yang merasa tidak bahagia meskipun secara materi dia memiliki segalanya. Bahkan tak jarang banyak pula orang-orang kaya yang merasa stres dan berujung pada bunuh diri. Hal tersebut bisa jadi karena kurangnya berkah dalam harta yang ia miliki. Tidak adanya berkah menjadikan kita merasa tidak tenang, was-was, dan selalu merasa kurang terhadap apa yang teklah dimiliki. Oleh karena itu, berkah menjadi penting bagi setiap muslim. Cara meraih keberkahan adalah dengan selalu mengikuti prinsip-prinsip syariah. Begitupula dalam berinvestasi. Aktivitas investasi yang mendatangkan keberkahan adalah dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah yang telah ditetapkan. Sehingga setiap harta hasil investasi kita akan membawa berkah dan menjadikan kita bersyukur, bahagia, dan merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki.

3. Lebih aman dan menguntungkan

Semakin berkembangnya industri keuangan memunculkan produk-produk instrumen keuangan yang variatif. Tak jarang, instrumen keuangan yang dihasilkan tanpa memiliki landasan aset riil sehingga sangat rentan terjadi fraud dalam investasi tersebut. Investasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah menekankan kejelasan akad investasi dan keterkaitan dengan sektor riil sehingga lebih terjamin keamanan skema investasinya. Oleh karena itu, berinvestasi secara syariah lebih aman karena memberikan kejelasan skema investasi dan aset yang menjadi dasar investasi dengan teteap memberikan keuntungan yang optimal. Sehingga investasi sesuai dengan prinsip syariah akan memberikan keselamatan kita di dunia dan akhirat.

4. Menjaga stabilitas sistem keuangan

Dalam 25 tahun terakhir, setidaknya terdapat dua kali krisis keuangan besar yang melanda dunia. Krisis pertama adalah krisis pada tahun 1997-1998 dan krisis berikutnya adalah krisis pda atahun 2007-2008. Krisis seolah menjadi bagian dan siklus dari sistem keuangan modern. Krisis merupakan akibat dari spekulasi-spekulasi berlebihan para pelaku industri keuangan berkedok investasi. Bahkan krisis bisa menghancurkan sistem keuangan baik dalam lingkup regional ataupun global. Oleh karena itu, salah satu cara meminimalisir terjadinya krisis dan menjaga stabilitas sistem keuangan adalah dengan menerapkan investasi berdasarkan prinsip syariah. Islam melarang perilaku spekulasi karena selain mirip dengan berjudi, terdapat unsur ketidakpastian yang menyertainya. Sehingga setiap oengambilan keputusan harus berdasarkan fakta dan data. Pengambilan keputusan tidak boleh hanya berdasarkan rumor dan kabar-kabar yang tidak memiliki sumber jelas.