REKSA DANA

oleh : Nanang
16 Februari 2016


Reksa Dana adalah suatu produk investasi di pasar modal yang diterbitkan oleh Manajer Investasi. Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1 ayat 27, definisi dari Reksa Dana adalah Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Dari definisi tersebut berarti suatu produk investasi dinamakan reksa dana apabila dikelola oleh Manajer Investasi, bukan oleh institusi lain. Selain itu reksa dana hanya dapat berinvestasi kedalam portofolio efek atau kumpulan surat berharga sehingga tidak dapat berinvestasi hanya kepada satu jenis surat berharga saja, kecuali diatur lain dalam peraturan (misal: Reksa Dana Penyertaan Terbatas atau Reksa Dana Syariah berbasis Sukuk).

Berdasarkan sifat jual belinya reksa dana dapat bersifat tertutup atau bersifat terbuka. Reksa dana yang jual-belinya bersifat tertutup artinya manajer Investasi membatasi masa penawaran dan juga masa penjualan kembali unit penyertaan reksa dana, atau reksa dana tersebut dicatatkan di bursa efek, sehingga diluar masa penawaran, investor yang ingin memiliki Unit Penyertaan (saham) reksa dana dapat membelinya melalui bursa efek. Sedangkan reksa dana yang sifat jual belinya terbuka, masa penawarannya bersifat terus-menerus selama Unit Penyertaan reksa dana yang diterbitkan belum terjual seluruhnya, dan pemegang unit penyertaan dapat menjual unit penyertaannya kapan saja sesuai yang tertera didalam prospektus.

Saat ini reksa dana dapat berbentuk hukum Perseroan atau berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Yang banyak diterbitkan saat ini pada umumnya adalah reksa dana yang berbentuk KIK. Kontrak Investasi Kolektif artinya kontrak dibuat berdasarkan Akta Notaris oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Reksa dana berbentuk KIK umumnya akan ditawarkan kepada para calon pemegang Unit Penyertaan dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan sebesar Rp. 1.000,- pada saat pertama kali diluncurkan.

Sebelum membeli unit penyertaan reksa dana, setiap calon pemegang unit penyertaan diwajibkan untuk membaca isi prospektus reksa dana dan memahaminya. Apabila terdapat hal yang belum dipahami, calon pemegang unit penyertaan dapat meminta informasinya kepada Manajer Investasi yang bersangkutan atau kepada Agen Penjual Reksa Dana yang ditunjuk.

Dalam berinvestasi di reksa dana, calon pemegang unit penyertaan dapat memilih jenis reksa dananya sesuai dengan karakteristik profil risikonya masing-masing, contoh misalnya untuk investor yang tidak menyukai risiko dan hanya ingin berinvestasi dalam waktu jangka pendek, sebaiknya membeli unit penyertaan reksa dana pasar uang, atau sebaliknya untuk investor yang dapat menerima potensi risiko yang tinggi dengan kompensasi potensi return yang tinggi pula tentunya serta ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling cocok.

Berikut adalah jenis-Jenis reksa dana yang ada saat ini (per Februari 2016) antara lain sebagai berikut :

  • Reksa Dana Konvensional
    • Reksa Dana Pasar Uang
    • Reksa Dana Pendapatan Tetap
    • Reksa Dana Campuran
    • Reksa Dana Saham
  • Reksa Dana Terstruktur
    • Reksa Dana Terproteksi
    • Reksa Dana dengan Penjaminan
    • Reksa Dana Indeks
  • Reksa Dana Lainnya
    • Reksa Dana Penyertaan Terbatas
    • Reksa Dana berbentuk KIK yang diperdagangkan di Bursa Efek (ETF)
  • Reksa Dana Syariah
    • Reksa Dana Pasar Uang Syariah
    • Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah
    • Reksa Dana Campuran Syariah
    • Reksa Dana Saham Syariah
    • Reksa Dana Terproteksi Syariah
    • Reksa Dana Indeks Syariah
    • Reksa Dana Penyertaan Terbatas Syariah
    • Reksa Dana Syariah berbasis Efek Syariah Luar Negeri
    • Reksa Dana Syariah berbasis Single Sukuk
Reksa dana manakah yang cocok dengan profil risiko anda?, pahami risiko anda dan kenali karakteristik tiap jenis reksa dana yang ada. Untuk anda yang baru ingin mulai berinvestasi di pasar modal ada baiknya memulai dengan berinvestasi di reksa dana pasar uang, namun jika anda dapat menerima potensi risiko dalam berinvestasi, pilihlah jenis reksa dana lainnya sesuai dengan krakteristik profil risiko anda. Jadi, selamat berinvestasi untuk anda semua. Terima kasih.